Senin, Juli 06, 2009

Pilpres Tidak Mungkin Diundur

Jakarta, Jika SBY terpilih kembali sebagai pesiden periode 2009-2014 maka dia harus membenahi percaturan politik bangsa ini. Misalkan mengubah DPR parlementer menjadi DPR presidensial. Hal itu harus dilakukannya agar pembenahan system pemerintahan bisa berjalan dengan baik.

Demikian hal ini dikatakan oleh Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit. Lantas apa saja yang harus diperbaiki oleh SBY jika terpilih kembali sebagai presiden periode 2009-2014.

Berikut hasil wawancara Aminah Asmaya dengan Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit;

Menurut anda apa yang perlu diperbaiki oleh SBY bila terpilih lagi sebagai presiden?

Ia harus merubah system pemerintahan, memperkuat sistim presidensil, mengubah DPR menjadi DPR presidensial jangan lagi DPR parlementer, mengompakkan koalisinya di parlemen supaya dia dapat dukungan dari parlemen sudah kuat, saya kira politik itu yang perlu dibenahi oleh dia.

Kalau politiknya sudah terbenahi, kebijaksanaan ekonominya akan dapat dukungan kuat dari DPR, kalau politik tidak dibenahi DPR akan melawan kebijaksanaan ekonominya. Jadi ga jalan dia

Bapak melihat, mungkin tidak SBY menyolidkan itu?

Iya bisa itu karena sekarang partainya di DPR nya sudah kuat kalau koalisi itu bisa dibuat kontraknya, koalisi 5 partai kan ada 300 lebih kursi di DPR, itu kan mayoritas berarti kan dia kan dapat dukungan terus dari DPR.

Nah itu system yang akan mengefektifkan pemerintah, tapi kalau JK atau Mega yang menang malah tidak ada mayoritas. Oposisinya yang akan mayoritas. Dia akan sengsara menghadapi DPR.

Tetapi masih juga kemarin, sengsara tapi bisa hidup?

Kalo masih hidup sih iya, politik kan bukan tiang gantungan.

Kalau begitu katakanlah pemilu akan dilakukan sebanyak 2 putaran. Penjelasan kualitatif apa atas pemilu 2 putaran ini?

Saya waktu itu bilang dua putaran, jadi begini. Sebelum kampanye dimulai, saya menyimpulkan SBY akan menang. Tapi potensi-potensi yang saya sebutkan untuk menang akan ditentukan oleh kampanye. Kalau kampanye bisa merubah itu, bisa berubah siapa yang menang. Tapi kan akhirnya, buktinya dari
survey kualitatif kampanye kan tidak efektif. Tetap saja SBY bisa
menang.


Lalu bagaimana soal kemungkinan pemilu diundur?

Oh itu tidak mungkin

(Aminah Asmaya / Ronald Tanamas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar