| TANGERANG - Tragedi bom di Indonesia sebenarnya biasa-biasa saja. Hampir semua negara mengalami hal ini, tidak ada yang spesial. mungkin menjadi spesial karena adanya pemberitaan oleh media sehingga mendramatisir keadaan. Namun tetap saja tragedi bom adalah peristiwa yang tidak mudah ditangani begitu saja. Berbagai upaya dan cara yang dilakukan untuk menghindari tragedi bom. Serahkan saja hal ini pada pihak berwenang. 2000 * Bom Kedubes Filipina, Jakarta 2000. 1 Agustus 2000, bom meledak dari sebuah mobil yang diparkir di depan rumah Duta Besar Filipina, Menteng, Jakarta Pusat. 2 orang tewas dan 21 orang lainnya luka-luka, termasuk Duta Besar Filipina Leonides T Caday. * Bom Kedubes Malaysia, Jakarta 2000. 27 Agustus 2000, granat meledak di kompleks Kedutaan Besar Malaysia di Kuningan, Jakarta. Tidak ada korban jiwa. * Bom Gedung Bursa Efek Jakarta 2000. 13 September 2000, ledakan mengguncang lantai parkir P2 Gedung Bursa Efek Jakarta. 10 orang tewas, 90 orang lainnya luka-luka. 104 mobil rusak berat, 57 rusak ringan. * Bom malam Natal 2000. 24 Desember 2000, serangkaian ledakan bom pada malam Natal di beberapa kota di Indonesia, merenggut nyawa 16 jiwa dan melukai 96 lainnya serta mengakibatkan 37 mobil rusak. Selanjutnya Klik Disini
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar